Madinah, 30 Mei 2025 – Dalam perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci, jemaah haji khusus Aida Tourindo tidak hanya menjalankan ibadah di Masjid Nabawi, namun juga mendalami sejarah Islam dengan melakukan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di sekitar kompleks masjid suci tersebut. Pada Kamis (29/5/2025), di bawah bimbingan pembimbing haji Syekh Fikri Thoriq, jemaah melakukan perjalanan yang sarat makna, menelusuri jejak langkah Rasulullah SAW dan para sahabat. Perjalanan ini bukan sekadar wisata religi, melainkan perjalanan edukatif yang memperkaya pemahaman tentang sejarah awal perkembangan Islam.
Ziarah dimulai dengan penjelasan mendalam mengenai sejarah pembangunan Masjid Nabawi dari Syekh Fikri Thoriq. Lebih dari sekadar bangunan tempat ibadah, Masjid Nabawi menyimpan kisah yang menarik dan menginspirasi. Syekh Fikri mengungkapkan bahwa lokasi masjid sebelumnya merupakan lahan penjemuran kurma milik dua anak yatim piatu, Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Rasulullah SAW, dengan kebijaksanaan dan kedermawanan-Nya, membeli lahan tersebut dan mendirikan masjid yang kemudian menjadi pusat peradaban Islam. Cerita ini menunjukkan kesederhanaan dan kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam membangun umat dan peradaban. Jemaah terkesima mendengarkan kisah yang dipaparkan dengan jelas dan menarik oleh Syekh Fikri, membuat ziarah ini lebih bermakna daripada sekadar mengunjungi sebuah tempat bersejarah. Mereka merasakan sentuhan sejarah yang hidup dan menginspirasi.
Perjalanan ziarah kemudian berlanjut ke Saqifah Bani Sa’idah, salah satu lokasi paling penting dalam sejarah Islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. Di tempat inilah, Abu Bakar Ash-Shiddiq dibaiat sebagai khalifah pertama. Suasana khusyuk menyelimuti jemaah saat Syekh Fikri menjelaskan proses penting ini, yang menandai awal kepemimpinan dalam kalangan umat Islam. Kejadian di Saqifah Bani Sa’idah menunjukkan proses peralihan kepemimpinan yang penting dan menentukan masa depan Islam. Penjelasan Syekh Fikri membantu jemaah memahami konteks sejarah dan signifikansinya bagi perkembangan Islam. Mereka tidak hanya melihat tempat bersejarah, namun juga memahami peristiwa bersejarah yang terjadi di tempat tersebut.
Dari Saqifah Bani Sa’idah, jemaah melanjutkan perjalanan kaki menuju tiga masjid lain yang berada di dekat Masjid Nabawi: Masjid Ali bin Abi Thalib, Masjid Abu Bakar, dan Masjid Ghamamah. Ketiga masjid ini juga memiliki sejarah dan nilai sejarah yang penting dalam perkembangan Islam. Perjalanan kaki ini memberikan pengalaman yang unik dan menarik bagi jemaah, sekaligus menunjukkan kedekatan lokasi-lokasi bersejarah ini dengan Masjid Nabawi. Mereka dapat merasakan suasana Madinah yang kental dengan nilai-nilai sejarah dan religius.
Masjid Ghamamah, khususnya, memiliki kisah yang menarik. Syekh Fikri menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah dipayungi awan saat menjadi imam salat Id di masjid ini. Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW dipayungi awan saat menjadi imam salat Istiqa’ (salat untuk meminta hujan). Kisah ini menunjukkan keajaiban dan kebesaran Allah SWT yang melindungi Rasulullah SAW dan umatnya. Penjelasan ini menambah semangat spiritual jemaah dan memperteguh iman mereka. Mereka tidak hanya melihat bangunan masjid, namun juga merasakan kehadiran Allah SWT dan Rasulullah SAW di tempat tersebut.

Puncak ziarah ini adalah kunjungan ke Pemakaman Baqi’, tempat peristirahatan terakhir para sahabat Rasulullah SAW dan tokoh-tokoh Islam lainnya. Suasana yang khusyuk dan sakral menyelimuti lokasi ini. Jemaah mengucapkan doa dan menghimpun pelajaran berharga dari kisah hidup para sahabat yang telah mendahului. Pemakaman Baqi’ bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, namun juga tempat untuk mengingat dan meneladani kehidupan para sahabat Rasulullah SAW. Kunjungan ke Pemakaman Baqi’ menutup ziarah dengan suasana yang mendalam dan menginspirasi.
Secara keseluruhan, ziarah sekitar Masjid Nabawi ini memberikan pengalaman yang berharga bagi jemaah Aida Tourindo. Mereka tidak hanya melakukan ibadah di Masjid Nabawi, namun juga mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Islam. Perjalanan ini merupakan perpaduan antara ibadah, pendidikan, dan wisata religi yang sangat berkesan. Bimbingan Syekh Fikri Thoriq yang kompeten dan menarik menjadi kunci kesuksesan ziarah ini. Ia mampu menyampaikan informasi sejarah dengan jelas, menarik, dan menginspirasi, sehingga jemaah dapat memahami konteks sejarah dan signifikansinya bagi kehidupan mereka.
Ziarah ini juga menunjukkan komitmen Aida Tourindo dalam memberikan layanan haji khusus yang tidak hanya mementingkan aspek ibadah, namun juga aspek pendidikan dan pengalaman spiritual yang bermakna. Dengan mengadakan ziarah seperti ini, Aida Tourindo berupaya untuk memberikan pengalaman haji yang lebih berkesan dan bermakna bagi jemaahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Aida Tourindo tidak hanya berfokus pada aspek logistik dan administrasi haji, namun juga berkomitmen untuk memberikan nilai tambah yang berharga bagi jemaahnya.
Keberhasilan ziarah ini juga tidak lepas dari kerjasama yang baik antara jemaah, pembimbing haji, dan pihak Aida Tourindo. Kerjasama yang harmonis ini menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan selama perjalanan ziarah. Hal ini menunjukkan pentingnya kerjasama dan komunikasi yang baik dalam menyelenggarakan perjalanan haji yang aman, nyaman, dan bermakna. Pengalaman ziarah ini akan menjadi kenangan yang berharga bagi jemaah Aida Tourindo, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mendalami sejarah dan nilai-nilai Islam. Mereka tidak hanya pulang dengan kenangan indah, namun juga dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Islam dan perkembangannya. Ziarah ini merupakan bukti bahwa perjalanan haji tidak hanya sebatas ritual ibadah, namun juga perjalanan spiritual dan edukatif yang memperteguh iman dan meningkatkan pengetahuan tentang sejarah Islam.



