• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Kisah Sukses Pasutri Sergai: Dari Kios Pisang Goreng Menuju Baitullah

Kisah Sukses Pasutri Sergai: Dari Kios Pisang Goreng Menuju Baitullah

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Harumnya pisang goreng yang menguar dari kios sederhana di pinggir jalan Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, selama dua dekade terakhir, tak hanya menggoyang lidah para pelanggannya. Aroma tersebut juga membawa pasangan suami istri, Fadli dan Arbainah, menuju puncak impian mereka: menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Setelah 20 tahun berjibaku dengan usaha kecil mereka, pasangan ini akhirnya berangkat ke Mekkah, tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Medan (KNO 14), membuktikan bahwa ketekunan dan kesabaran mampu mengantarkan pada cita-cita setinggi langit.

Perjalanan panjang menuju Baitullah ini dimulai pada tahun 2005, saat Fadli dan Arbainah memulai usaha pisang goreng mereka. Kios sederhana, bahkan hanya berupa tenda bongkar pasang di awal, menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, pasangan ini bergantian menggoreng dan melayani pelanggan tanpa mengenal hari libur. Dedikasi dan kerja keras mereka tak kenal lelah, sekalipun pendapatan yang dihasilkan tak selalu stabil. Ada kalanya ramai pembeli, namun tak jarang pula mereka harus menghadapi hari-hari sepi yang menguji kesabaran.

"Pendapatannya tidak menentu, Pak. Terkadang ramai, namun juga terkadang sepi. Namun kami menjalaninya dengan penuh kesabaran karena rezeki sudah diatur Allah SWT," ungkap Fadli, sang suami, dalam keterangannya yang dikutip dari situs resmi Kementerian Agama RI. Ungkapan ini merefleksikan filosofi hidup mereka yang sederhana namun sarat makna: kepasrahan pada takdir dan keuletan dalam menghadapi tantangan.

Ketekunan mereka dalam berjualan pisang goreng tak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejak awal, Fadli dan Arbainah telah memiliki visi yang jelas: menunaikan ibadah haji. Setiap rupiah yang dihasilkan dari penjualan pisang goreng, setelah dipotong untuk kebutuhan keluarga, dengan disiplin disisihkan untuk tabungan haji. Sedikit demi sedikit, mimpi besar itu perlahan namun pasti mulai terwujud.

Pada tahun 2013, Fadli dan Arbainah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji. Mereka menyetorkan biaya pendaftaran sebesar Rp25 juta per orang untuk mendapatkan nomor porsi. Namun, prosesnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka harus menunggu selama 12 tahun hingga akhirnya impian tersebut menjadi kenyataan. Penantian panjang ini menjadi ujian kesabaran yang luar biasa, namun Fadli dan Arbainah tetap teguh pada komitmen mereka.

Kisah Sukses Pasutri Sergai: Dari Kios Pisang Goreng Menuju Baitullah

"Sebelumnya saya bersama istri mendaftar haji dengan menyetorkan Rp25 juta per orang untuk mendapatkan nomor porsi. Alhamdulillah penantian panjang menjadi tamu Allah bisa terwujud," kata Fadli, mengungkapkan rasa syukur dan haru yang mendalam. Pernyataan ini menggambarkan betapa berartinya keberangkatan haji ini bagi mereka, bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai buah dari kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun.

Kisah perjuangan Fadli dan Arbainah tak hanya diwarnai oleh kerja keras, tetapi juga dibumbui dengan cerita-cerita mengharukan. Arbainah, sang istri, mengungkapkan suka duka selama berjualan pisang goreng, terutama saat anak-anak mereka masih kecil. Di tengah kesibukan menggoreng pisang dan melayani pelanggan, Arbainah harus mengurus anak-anak mereka.

"Saat anak kami masih bayi, saya bersama suami memasang kain gendong dan mengayunkan anak kami di ranting sebatang pohon di dekat kami berjualan. Saat itu tempat berjualan kami masih berupa tenda bongkar pasang," kenang Arbainah, mengungkapkan betapa sulitnya membagi waktu antara mengurus keluarga dan berjualan. Bayangan seorang ibu yang dengan penuh kasih sayang mengayunkan bayinya di bawah terik matahari sambil berjualan, menunjukkan betapa besar pengorbanan yang telah mereka lakukan.

"Anak kami besar-besar di jalan lah, Pak," tambahnya, menunjukkan bahwa anak-anak mereka tumbuh dan berkembang di lingkungan kios pisang goreng, menjadi saksi bisu perjuangan orang tuanya. Pernyataan ini bukan hanya menggambarkan kondisi, tetapi juga menggambarkan ikatan keluarga yang kuat dan saling mendukung di tengah keterbatasan.

Keberangkatan Fadli dan Arbainah ke Tanah Suci bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. Kisah mereka membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan kesabaran, meskipun hanya bermodalkan usaha kecil seperti berjualan pisang goreng. Mereka telah mengubah kios sederhana di pinggir jalan menjadi jembatan menuju Baitullah.

Kini, Fadli dan Arbainah tengah berada di Tanah Suci, menunaikan rukun Islam yang kelima. Mereka berharap agar diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, dan mendapatkan predikat haji mabrur. Doa mereka tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji. Mereka berharap agar kisah inspiratif mereka dapat memotivasi orang lain untuk terus berjuang dan mengejar cita-cita, sebagaimana mereka telah melakukannya selama 20 tahun terakhir.

Kisah Fadli dan Arbainah menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari besarnya penghasilan atau jabatan, tetapi juga dari tekad dan keuletan dalam meraih impian. Dari kios pisang goreng sederhana di pinggir jalan, mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan keimanan yang kuat, setiap orang dapat mencapai tujuannya, sebagaimana mereka telah mencapai Baitullah, rumah Allah SWT. Kisah mereka menjadi warisan inspirasi yang berharga, mengajarkan arti kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dalam mengejar cita-cita, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa rezeki Allah SWT datang dari berbagai jalan, termasuk dari seporsi pisang goreng yang sederhana. Semoga kisah mereka menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang dan meraih mimpi-mimpi mereka.

Previous Post

Masa Tunggu Haji di Indonesia: Disparitas Mencolok Antara Wilayah

Next Post

Arab Saudi Eksplorasi Teknologi Canggih Pendingin Suhu di Tempat Suci: Sebuah Langkah Kualitatif Menuju Haji yang Lebih Nyaman

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Arab Saudi Eksplorasi Teknologi Canggih Pendingin Suhu di Tempat Suci: Sebuah Langkah Kualitatif Menuju Haji yang Lebih Nyaman

Arab Saudi Eksplorasi Teknologi Canggih Pendingin Suhu di Tempat Suci: Sebuah Langkah Kualitatif Menuju Haji yang Lebih Nyaman

Reuni Suci di Tanah Suci: Pasangan Jemaah Haji Terpisah Akhirnya Bersatu Kembali di Makkah

Reuni Suci di Tanah Suci: Pasangan Jemaah Haji Terpisah Akhirnya Bersatu Kembali di Makkah

Hitung Mundur Idul Adha 1446 H/2025 M: 19 Hari Menuju Hari Raya Kurban

Hitung Mundur Idul Adha 1446 H/2025 M: 19 Hari Menuju Hari Raya Kurban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.