• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Kementerian Agama Dorong Gerakan Pramuka Madrasah: Membangun Generasi Adaptif dan Kreatif di Era Global

Kementerian Agama Dorong Gerakan Pramuka Madrasah: Membangun Generasi Adaptif dan Kreatif di Era Global

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 18 November 2024 – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dan siap menghadapi dinamika zaman. Salah satu strategi kunci yang dijalankan adalah pengembangan dan penguatan Gerakan Pramuka di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Hal ini diutarakan langsung oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dalam sambutan pembukaan Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) 2024.

Menag Nasaruddin Umar menekankan peran krusial kepramukaan dalam membentuk karakter siswa madrasah. Lebih dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler, kepramukaan dilihat sebagai wahana efektif untuk mengasah keterampilan, kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang kuat. "Gerakan Kepramukaan merupakan tradisi positif yang akan terus kita pertahankan dan kembangkan. Kemenag dan Gerakan Pramuka memiliki ikatan yang tak terpisahkan," tegas Menag dalam keterangan persnya.

Kehadiran KPMN 2024, yang diikuti oleh 2.152 peserta Pramuka Penggalang dan Penegak dari seluruh Indonesia, menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Berlangsung di Bumi Perkemahan dan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, sejak 17 hingga 22 November 2024, kegiatan ini mengangkat tema "Membangun Generasi Muda yang Maju, Bermutu dan Mendunia." Tema ini merefleksikan harapan besar Kemenag terhadap kontribusi para peserta dalam pembangunan bangsa di masa depan.

Lebih jauh, Menag Nasaruddin Umar tidak hanya fokus pada madrasah, tetapi juga mendorong perluasan gerakan pramuka ke pondok pesantren. Beliau melihat sinergi antara pendidikan agama dan kepramukaan sebagai formula ideal untuk mencetak generasi yang memiliki kecakapan hidup yang luas, sekaligus berlandaskan nilai-nilai agama yang kokoh. "Dunia saat ini tengah mengalami transformasi besar di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, maupun teknologi. Kita membutuhkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki beragam keterampilan untuk menghadapi tantangan tersebut," ujarnya.

KPMN 2024 dirancang sebagai program pembinaan komprehensif yang bertujuan untuk memperkuat aspek mental, fisik, keterampilan, kepemimpinan, literasi digital, dan moderasi beragama para peserta. Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan sebuah wahana pendidikan karakter yang terstruktur dan terarah. Para peserta dilatih untuk mengembangkan potensi diri secara optimal, sehingga kelak dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Kementerian Agama Dorong Gerakan Pramuka Madrasah: Membangun Generasi Adaptif dan Kreatif di Era Global

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rochmad, menambahkan bahwa KPMN 2024 merupakan sarana pendidikan dan pertemuan besar yang sangat penting bagi Pramuka Penggalang dan Penegak. "KPMN bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan kemandirian, keterampilan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Para peserta diharapkan mampu menggabungkan nilai-nilai IMTAQ (Iman dan Taqwa), IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), dan jiwa Pancasila, sehingga siap berkontribusi di masyarakat global," jelasnya.

Pentingnya pengembangan karakter melalui kepramukaan dalam konteks pendidikan di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, pendidikan karakter menjadi benteng utama untuk mencegah degradasi moral dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Kepramukaan, dengan sistem kepengurusan dan program kegiatannya yang terstruktur, dinilai sebagai metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.

Kemenag menyadari bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Persaingan global yang ketat, kemajuan teknologi yang serba cepat, dan perubahan sosial budaya yang dinamis menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi yang tinggi. Oleh karena itu, integrasi kepramukaan dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.

Program KPMN 2024 ini juga diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi kegiatan serupa di daerah-daerah lain. Dengan demikian, dampak positif dari program ini dapat dirasakan secara lebih luas dan merata di seluruh Indonesia. Kemenag berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan gerakan pramuka di lingkungan pendidikan agama, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing global.

Selain itu, Kemenag juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait, termasuk organisasi kepramukaan nasional, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan lainnya. Kerjasama yang erat dan terkoordinasi akan memperkuat program pengembangan kepramukaan di madrasah dan pondok pesantren, serta memastikan keberlanjutan dan efektivitas program tersebut.

Keberhasilan KPMN 2024 diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Evaluasi dan monitoring secara berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa program ini terus relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. Kemenag berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan program, agar dapat menghasilkan output yang optimal dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pentingnya literasi digital juga menjadi sorotan dalam KPMN 2024. Di era digital saat ini, keterampilan literasi digital menjadi sangat krusial bagi generasi muda. Para peserta KPMN dilatih untuk memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab, serta mampu menyaring informasi yang beredar di dunia maya. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenag untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan kritis dalam menghadapi arus informasi yang begitu deras.

Moderasi beragama juga menjadi fokus utama dalam KPMN 2024. Indonesia sebagai negara yang majemuk dan multikultural, membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Para peserta KPMN dididik untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama, sehingga dapat menjadi agen perdamaian dan kerukunan di masyarakat.

Secara keseluruhan, KPMN 2024 bukan hanya sekadar kegiatan perkemahan, melainkan sebuah program pembinaan karakter yang terintegrasi dan komprehensif. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, berdaya saing global, dan mampu berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan beradab. Kemenag akan terus berupaya untuk mendukung dan mengembangkan program-program serupa, demi terwujudnya cita-cita tersebut. Keberhasilan KPMN 2024 menjadi bukti nyata komitmen Kemenag dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Previous Post

Di Balik Nama Muhammadiyah: Kisah KH Ahmad Dahlan dan Muhammad Sangidu

Next Post

Kalender 2025: Rencana Libur Nasional dan Cuti Bersama Antisipasi Lonjakan Pergerakan Masyarakat

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Kalender 2025:  Rencana Libur Nasional dan Cuti Bersama Antisipasi Lonjakan Pergerakan Masyarakat

Kalender 2025: Rencana Libur Nasional dan Cuti Bersama Antisipasi Lonjakan Pergerakan Masyarakat

Umrah Akhir Tahun 2024: Alhamdi Travel Tawarkan Dua Pilihan Paket Eksklusif

Umrah Akhir Tahun 2024: Alhamdi Travel Tawarkan Dua Pilihan Paket Eksklusif

Mengangkat Jari Telunjuk dalam Tahiyat: Sebuah Simbol Tauhid dan Keselarasan Spiritual

Mengangkat Jari Telunjuk dalam Tahiyat: Sebuah Simbol Tauhid dan Keselarasan Spiritual

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.