• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Mengapa Silaturahmi Penting dalam Islam? Sebuah Penjelajahan Menuju Kebahagiaan dan Ridho Allah

Mengapa Silaturahmi Penting dalam Islam? Sebuah Penjelajahan Menuju Kebahagiaan dan Ridho Allah

fatkur rohman by fatkur rohman
in Inspirasi
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Islam, sebagai agama yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kesatuan, dengan tegas mendorong umatnya untuk membangun hubungan yang erat dan menghindari perpecahan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Pertemuan dan komunikasi antar individu menjadi kunci untuk membangun silaturahmi yang kuat, sebuah ikatan yang penuh makna dan bernilai tinggi dalam Islam.

Allah SWT, dalam firman-Nya di surah An-Nisa ayat 1, dengan jelas memerintahkan umat Islam untuk memelihara silaturahmi:

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."

Mengapa Silaturahmi Penting dalam Islam? Sebuah Penjelajahan Menuju Kebahagiaan dan Ridho Allah

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita semua berasal dari satu sumber, Adam dan Hawa, yang menjadikan kita saudara sebangsa dan seagama. Silaturahmi menjadi jembatan penghubung antar saudara, memperkuat ikatan persaudaraan, dan menumbuhkan rasa kasih sayang serta saling tolong menolong.

Wasiat Rasulullah SAW: Sebuah Panduan Menuju Silaturahmi yang Sejati

Rasulullah SAW, sebagai teladan bagi seluruh umat Islam, memberikan wasiat yang sangat berharga kepada sahabatnya, Abu Dzar Al-Ghifari, mengenai pentingnya menjaga silaturahmi. Dalam buku "Maksiat: Penyebab Rezeki Seret dan Hidup Ruwet" karya Rizem Aizid, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW berpesan kepada Abu Dzar:

"(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka; (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku; (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku; (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan laa haula wa laa quwwata illaa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah); (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit; (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah; serta (7) beliau melarang aku meminta-minta sesuatu pun kepada manusia."

Wasiat ini menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya tentang hubungan yang harmonis, tetapi juga tentang sikap rendah hati, toleransi, dan keikhlasan dalam menghadapi perbedaan dan kekurangan. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk tetap menjaga silaturahmi meskipun orang yang bersangkutan bersikap kasar. Hal ini menunjukkan bahwa silaturahmi adalah bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Konsekuensi Putus Silaturahmi: Sebuah Ancaman yang Tak Boleh Diremehkan

Sayangnya, dalam kehidupan modern, banyak orang yang terjebak dalam kesibukan duniawi dan mengabaikan pentingnya silaturahmi. Mereka lupa bahwa memutuskan silaturahmi merupakan dosa besar yang berakibat fatal. Allah SWT memberikan peringatan keras bagi mereka yang memutuskan hubungan kekeluargaan.

Dalam surah Muhammad ayat 22-23, Allah SWT berfirman:

"Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu?. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka."

Ayat ini menggambarkan betapa seriusnya dosa memutuskan silaturahmi. Allah SWT akan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya, menutup telinga dan mata mereka, sehingga mereka tidak lagi dapat merasakan nikmat dan hidayah-Nya.

Menyentuh Hati dengan Silaturahmi: Cara Sederhana Menuju Kebahagiaan

Menjalin silaturahmi tidaklah sulit. Banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sahabat. Beberapa contohnya adalah:

  • Saling mengunjungi: Mengunjungi kerabat dan sahabat, baik di rumah maupun di tempat mereka bekerja, merupakan bentuk silaturahmi yang sangat efektif.
  • Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda: Menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan kasih sayang kepada yang lebih muda merupakan wujud nyata dari silaturahmi.
  • Menjenguk ketika sakit: Menjenguk orang yang sedang sakit, memberikan dukungan moral dan doa, merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang yang sangat berarti.
  • Memenuhi undangan: Memenuhi undangan dari kerabat dan sahabat, baik acara pernikahan, khitanan, atau acara lainnya, menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada mereka.
  • Meleraikan ketika bertengkar: Mencoba mendamaikan kerabat atau sahabat yang sedang bertengkar, merupakan bentuk kepedulian dan upaya untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Beragam Cara Bersilawatrami di Era Digital

Di era digital, silaturahmi semakin mudah dilakukan. Selain bertemu langsung, kita dapat memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan kerabat dan sahabat yang berada jauh. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Telepon: Menelepon kerabat dan sahabat, menanyakan kabar dan berbagi cerita, merupakan cara sederhana namun efektif untuk menjaga silaturahmi.
  • Video call: Melakukan video call dengan kerabat dan sahabat, memungkinkan kita untuk melihat wajah mereka dan merasakan kedekatan yang lebih nyata.
  • Media sosial: Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dapat digunakan untuk berbagi informasi, foto, dan video, serta untuk berinteraksi dengan kerabat dan sahabat.

Sikap yang Tepat dalam Menjalin Silaturahmi

Meskipun teknologi memudahkan kita untuk bersilaturahmi, sikap kita dalam menjalin hubungan tetaplah penting. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Menunjukkan perilaku yang ceria: Senyum dan tawa yang tulus akan membuat suasana silaturahmi menjadi lebih hangat dan menyenangkan.
  • Berlemah lembut dalam bertutur kata: Hindari ucapan yang kasar, sinis, atau menyinggung perasaan. Gunakan kata-kata yang sopan dan penuh kasih sayang.
  • Menunjukkan rasa empati: Dengarkan dengan saksama cerita kerabat dan sahabat, tunjukkan rasa peduli dan empati terhadap perasaan mereka.

Keutamaan Silaturahmi: Sebuah Harta Karun yang Tak Ternilai

Silaturahmi bukan hanya tentang membangun hubungan yang harmonis, tetapi juga tentang meraih berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah SWT. Berikut beberapa keutamaan silaturahmi yang dirangkum dalam buku "Menuju Pribadi Mulia" karya Fathia Rahmawati dan "Riyadush Shalihin" karya Imam Nawawi:

1. Sebagai Bentuk Beriman pada Allah SWT

Menjalin silaturahmi merupakan bentuk keimanan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya! Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahimnya! Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam!" (Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa silaturahmi merupakan bukti nyata dari keimanan seseorang kepada Allah SWT dan hari akhir.

2. Memperluas Ukhuwah Islamiah

Silaturahmi menjadi kunci untuk memperluas persaudaraan antar sesama muslim. Dalam Islam, kita semua adalah saudara, terlepas dari perbedaan suku, ras, atau latar belakang. Silaturahmi membuka peluang untuk menambah teman dan sahabat, memperluas jaringan pertemanan, dan memperkuat ikatan persaudaraan.

3. Dipanjangkan Umur dan Diluaskan Rezeki

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa menjaga silaturahmi membawa berkah dalam kehidupan, di antaranya adalah rezeki yang melimpah dan umur yang panjang.

4. Menambah Ilmu

Silaturahmi menjadi kesempatan untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Setiap pertemuan dan percakapan bisa menjadi pintu gerbang untuk belajar hal baru, memperluas wawasan, dan memperdalam pemahaman tentang dunia dan akhirat.

5. Menyehatkan Mental

Bercengkerama, saling bertanya kabar, dan berbagi cerita dengan orang-orang terdekat dapat meningkatkan mood dan suasana hati. Silaturahmi menjadi penyeimbang dalam kesibukan duniawi, memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup.

6. Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Mencari rahmat Allah SWT merupakan tujuan utama setiap muslim. Salah satu cara mudah untuk mendapatkan rahmat-Nya adalah dengan menyambung tali silaturahmi. Allah SWT berfirman:

"Aku adalah Mahapengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskan, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya." (HR. Abu Dawud)

7. Masuk Surga

Keutamaan terbesar dari silaturahmi adalah janji Allah SWT untuk memasukkan mereka yang menjaga silaturahmi ke dalam surga. Rasulullah SAW bersabda:

"Dari Abu Ayyub, bahwasanya ada seseorang yang berkata kepada Nabi SAW: Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga!" Beliau menjawab: "Sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dirikanlah shalat, tunaikanlah salat, dan sambunglah tali silaturahmi (HR. Muttafaq ‘alaih)

Silaturahmi, selain sebagai perilaku agung dalam Islam, juga merupakan jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kesimpulan: Silaturahmi, Sebuah Kunci Menuju Ridho Allah SWT

Silaturahmi merupakan sebuah investasi yang tak ternilai harganya. Dengan menjaga silaturahmi, kita tidak hanya membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, tetapi juga meraih berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah SWT. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan hidayah untuk menjaga silaturahmi dan meraih ridho Allah SWT.

Previous Post

Polemik Aturan, Rapat Pembahasan Biaya Haji 2025 Ditunda

Next Post

Puasa Ayyamul Bidh: Amalan Sunnah Penuh Keutamaan di Pertengahan Bulan

fatkur rohman

fatkur rohman

Next Post
Puasa Ayyamul Bidh: Amalan Sunnah Penuh Keutamaan di Pertengahan Bulan

Puasa Ayyamul Bidh: Amalan Sunnah Penuh Keutamaan di Pertengahan Bulan

Dialog MHM: Toleransi dan Kelestarian Alam, Kunci Kehidupan Damai

Dialog MHM: Toleransi dan Kelestarian Alam, Kunci Kehidupan Damai

Doa di Tengah Hujan Lebat: Mencari Berkah dan Menghindari Bahaya

Doa di Tengah Hujan Lebat: Mencari Berkah dan Menghindari Bahaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.