ERAMADANI.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginformasikan bahwa hingga Senin (17/7), layanan penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk akan difokuskan hanya untuk kendaraan penumpang dan truk logistik pengangkut bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini dilakukan untuk mengurai antrean panjang di lintas tersebut. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno, menyatakan bahwa layanan penyeberangan di Ketapang menuju Gilimanuk akan difokuskan untuk kendaraan penumpang dan truk logistik yang mengangkut bahan sembako dan energi hingga 17 Juli 2023.
Hendro menjelaskan bahwa dari jumlah pendaftar yang bermasalah, sejauh ini sudah dilakukan verifikasi faktual terhadap 763 pendaftar, namun masih ada sekitar 150 pendaftar lagi yang masih dalam proses verifikasi.
Melansir dari surabaya.bisnis.com, Keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi yang dipimpin oleh Hendro Sugiatno dan diikuti oleh Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, serta beberapa pihak terkait lainnya. Rapat tersebut bertujuan untuk mengatasi antrean panjang di lintas Ketapang-Gilimanuk.
Sejak pekan lalu, ASDP bersama mitra terkait terus berupaya untuk mengatasi antrean panjang kendaraan yang akan menyeberang menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dan gangguan cuaca buruk yang mengganggu pelayanan penyeberangan.
ASDP telah melakukan beberapa langkah strategis, termasuk penambahan trip kapal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, mempercepat waktu bongkar muat, dan penambahan armada kapal di dermaga movable bridge (MB) dan dermaga landing craft machine (LCM).
Selain itu, ASDP juga mengoperasikan KMP Jatra II sebagai kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan di lintas Ketapang-Gilimanuk. Kapal tersebut dapat memuat lebih dari seratus kendaraan dalam sekali pemuatan.
ASDP mengimbau kepada masyarakat untuk menunda sementara rencana perjalanan dengan kapal ferry lintas Ketapang-Gilimanuk karena alasan operasional dan antisipasi cuaca ekstrem. Penjualan tiket online juga ditutup untuk sementara waktu.




