• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Sebanyak 70 Rumah Rusak Ringan Akibat Diterjang Angin Kencang di Kabupaten Semarang

Sebanyak 70 Rumah Rusak Ringan Akibat Diterjang Angin Kencang di Kabupaten Semarang

benlaris by benlaris
in Berita, Headline
0 0
0
332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (21/10) pukul 17.00 WIB berdampak pada sejumlah hunian warga. Sebanyak 70 rumah mengalami rusak ringan akibat fenomena cuaca esktrim ini.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang terdapat dua desa yang terdampak yakni Desa Kauman Lor dan Desa Pabelan yang terletak di Kecamatan Pabelan. Dilokasi ini, dilaporkan terdapat 70 KK yang terdampak. Dilaporkan sementara, para warga memilih tinggal di rumah keluarga terdekat sambil menunggu rumahnya diperbaiki. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Sesaat setelah kejadian, BPBD Kabupaten Semarang bersama tim gabungan segera melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk melakukan evakuasi terhadap warga. Selain melakukan penanganan darurat, tim gabungan juga bekerjasama memberikan bantuan kepada warga untuk membersihkan material yang terbawa saat terjadi angin kencang.

Hasil prakiraan cuaca BMKG menunjukan Kabupaten Semarang masih berpotensi turun hujan hari ini (22/10), dengan kecepatan angin berkisar 10 – 20 km/Jam.

Merujuk hasil analisa InaRISK, Kabupaten Semarang memiliki potensi risiko cuaca ekstrim dengan kategori sedang hingga tinggi. Dengan ini, BNPB menghimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan. Mengingat masa peralihan musim (pancaroba) dapat mimicu terjadinya potensi risiko bencana hidromeorologi yang dipicu faktor cuaca.

Tags: BencanaBPBDSemarang
Previous Post

Sebanyak 2.303 Rumah Warga Karangasem dan Bangli Rusak, Berikut Rinciannya

Next Post

Rebranding Facebook menjadi Meta, Simak Penjelasan Mark Zuckerberg

benlaris

benlaris

Next Post
Rebranding Facebook menjadi Meta, Simak Penjelasan Mark Zuckerberg

Rebranding Facebook menjadi Meta, Simak Penjelasan Mark Zuckerberg

Agar Vitamin C Tak Bikin Asam Lambung Kumat

Agar Vitamin C Tak Bikin Asam Lambung Kumat

Riset, 3000 PLTU Harus Dimatikan 2030 Agar Suhu Dunia Tak Naik

Riset, 3000 PLTU Harus Dimatikan 2030 Agar Suhu Dunia Tak Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.