• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
WHO: Bukan Menakut-nakuti, tapi Covid-19 Varian Delta Bukan yang Terakhir

WHO: Bukan Menakut-nakuti, tapi Covid-19 Varian Delta Bukan yang Terakhir

benlaris by benlaris
in Uncategorized
0 0
0
338
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANi.COM – Pimpinan Teknis Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan Covid-19 varian Delta bukanlah jenis yang terakhir.

Seperti kita ketahui, ada juga Covid-19 varian Alpha dan Covid-19 varian Kappa. Covid-19 varian Delta menjadi perhatian khusus karena lebih mudah menginfeksi. Menurut riset, kemampuan penularan varian Delta hanya sekitar 15 detik dan bisa terjadi hanya dengan berpapasan.

“Kami belum memiliki gambaran lengkapnya, termasuk kenapa varian ini bisa lebih cepat menular,” kata Kerkhove dalam sebuah video yang termuat di akun Twitter WHO pada Selasa. 27 Juli 2021. “Covid-19 varian Delta bukan menjadi varian terakhir. Bukan maksud menakut-nakuti.”

Kerkhove melanjutkan, terjadi beberapa mutasi Covid-19, sehingga ada varian atau jenis yang berbeda. Covid-19 varian Delta mudah menempel pada sel. Dan itu sebabnya jenis ini gampang menginfeksi. Meski begitu, tingkat keparahan akibat paparan varian delta tidak terlalu parah.

“Artinya, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 varian Delta tidak banyak yang faral atau meninggal dibandingkan Covid-19 varian lainnya,” ucapnya. Namun penting diingat kalau virus akan terus berubah dan mutasi itu dapat membuat virus kian kuat serta memilik efek yang berbeda dari varian sebelumnya.

Sebab itu, Maria Kerkhove mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Dilansir dari Tempo.co, mengenai peran vaksinasi Covid-19, dia menjelaskan, vaksin memang tidak bisa membuat orang benar-benar terlindungi dari infeksi virus. Hanya saja, vaksinasi tersebut akan mengrangi tingkat keparahan dan angka kematian.

Tags: Covid-19
Previous Post

Cina dan Indonesia Tak Pakai Dolar Lagi Dalam Transaksi Perdagangan

Next Post

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

benlaris

benlaris

Next Post
Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Direktur Registrasi Obat BPOM Meninggal Dunia

Direktur Registrasi Obat BPOM Meninggal Dunia

Maybank Syariah Gandeng DSM Bali Bagikan Bakso Kurban

Maybank Syariah Gandeng DSM Bali Bagikan Bakso Kurban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.