ERAMADANI.COM, DENPASAR – Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Gerhana Bulan Total terjadi pada saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi, sehingga saat puncak gerhana bulan total terjadi.
Bulan akan terlihat berwarna merah atau kita kenal dengan istilah Blood Moon. Mengacu pada posisi Bulan saat terjadi gerhana berada dalam posisi terdekat dengan bumi (Perigee). Maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga bernama Super Moon. Oleh karena itu, Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 bernama Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee. Di Provinsi Bali gerhana bulan total dapat terlihat pada pukul 19.09 WITA, dan puncak gerhana pada pukul 19.18 WITA.
BMKG Wilayah III akan melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 di halaman kantor BBMKG Wilayah III Denpasar . Bagi masyarakat/media yang mau bergabung dalam pengamatan ini harap untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M (Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilisasi dan interaksi). (ZAN)




