• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
Jakob Oetama

Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia. - (Foto: jatimtimes.com)

Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
337
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, DENPASAR – Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama tutup usia pada usia 88 tahun. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Rencananya jenazahnya akan dibawa ke tempat persemayaman di Gedung Kompas Gramedia.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931. Ia mengawali karier pertamanya sebagai seorang guru.

Namun, Jakob kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga mendirikan jaringan media terbesar, yakni Kompas Gramedia, bersama rekannya, PK Ojong.

Sebelum mendirikan Kompas Gramedia, Jakob Oetama merupakan redaktur mingguan “Penabur” dan PK Ojong pemimpin redaksi mingguan “Star Weekly”.

Kilas Perjalanan Jakob Oetama Bersama PK Ojong Mendirikan Kompas Gramedia

Melansir dari megapolitan.kompas.com, ketika membesarkan Intisari dan Kompas, Jakob dan PK Ojong melakukan pembagian tugas. Jakob mengurusi editorial sedangkan Ojong mengurusi bisnis.

Akan tetapi, situasinya menjadi tidak mudah bagi Jakob ketika Ojong meninggal dunia dalam tidurnya pada tahun 1980. Saat itu kebersamaan mereka telah terhitung 15 tahun lamanya dalam membangun Kompas.

Dengan meninggalnya Ojong, Jokab harus memikul beban yang lebih lagi. Sejak saat itu, ia juga harus mengurus bisnis.

Kenang Jakob dengan rendah hati, “Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis.”

Kerendahhatiannya mengakui tidak tahu bisnis itulah yang lantas dapat mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar sekarang.

Kerendahhatiannya pula yang membuatnya tidak merasa sombong atas apa yang dicapainya.

Jakob Oetama tidak pernah merasa kaya di antara orang miskin, ia pun tidak merasa miskin di antara orang kaya. (ITM)

Tags: BaliDenpasarInfo DenpasarInfo SarbagitaInformasi Terkini!Jakob OetamaKompasKompas Gramedia
Previous Post

Potensi Migas Indonesia Tarik Investor Migas Dunia

Next Post

Bareskrim Polri Ungkap Penipuan oleh Sindikat Internasional

benlaris

benlaris

Next Post
Penipuan

Bareskrim Polri Ungkap Penipuan oleh Sindikat Internasional

Pertamina

Pertamina Gandeng DSM Bina Kelompok Gita Mesari

Restaurant Matsuri

Japanese Food Restaurant Matsuri, Halal!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.