ERAMADANI.COM, DENPASAR – Webinar rutin bertajuk Ngovid-B19 pada sesi 7 mendatangkan narasumber yang ahli dalam dunia branding serta komunikasi visual dan pebisnis muda sukses.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pesantren Digital via aplikasi Zoom.
Pada setiap sesi, Pesantren Digital selalu mendatangkan pembicara yang inspiratif dan andal di bidang masing-masing.
Adapun narasumber webinar Ngovid-B19 sesi 7 yang dilaksanakaan pada Sabtu (5/9/2020) itu ialah seorang ahli branding dan komunikasi visual, Yayak E. Cahyanto atau yang lebih akrab disapa Brader Kay.
Sementara untuk narasumber kedua ialah seorang pebisnis muda ulung yang melakukan bisnisnya di berbagai bidang.
Ia juga merupakan CEO dari Ricky Mall, yakni Ricky Hartono Putra.
Webinar dimulai sekitar pukul 10:00 WITA dengan lantunan ayat suci yang dilantunkan oleh Muhammad Alqud Assauqi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Brader Kay.
Materi-materi dalam Webinar Ngovid-B19 Sesi 7
Di sesi materi pertama, Brader Kay banyak memberikan arahan tentang metode mem-branding suatu produk.
Di antara arahan tersebut adalah dengan cara membantu mem-branding atau mempromosikan brand orang lain.
Lantas dilanjutkan dengan spiritual branding serta mengoptimalisasi promosi brand melalui media sosial.
Namun, dalam webinar Ngovid-B19 sesi 7 itu Brader Kay juga menekankan bahwa mengetahui minat konsumen terhadap suatu produk itu sangat penting.
“Percuma strategi bagus kalau konsumen tidak ada minat pada produk kita, maka cari apa yang diinginkan oleh konsumen,” terangnya.
Dalam closing statement-nya, ia menyampaikan pentingnya menjadikan produk atau usaha tetap berjalan walau di kondisi apapun.
“Apapun kondisinya, tunjukkan bahwa brand temen-temen masih ada, sehingga konsumen akan merasa bahwa ternyata meskipun kondisi seperti ini tetap konsisten,” ujarnya.
Berbeda dengan sesi pertama, sesi kedua dilaksanakan dengan sistem pembicara melakukan sharing tentang pengalaman bisnis semenjak kecil hingga seperti sekarang.
Pengalaman bisnis Ricky yang penuh dengan lika-liku mulai dari tidak memiliki modal, difitnah, ditipu berkali-kali, bahkan ditipu hingga puluhan juta ia ceritakan kepada peseta webinar.
Pengalaman berbisnis pria 28 tahun itu menjadi sentuhan tersendiri bagi para peserta webinar.
Hal itu ditandai dengan Brader Kay bertanya kepada Ricky tentang kebiasaan positif kecil yang berusaha terus dijaganya.
Ricky menyebutkan beberapa kebiasaan kecilnya yang berusaha selalu ia jaga, salah satunya adalah salat Dhuha.
Sementara itu, founder Pesantren Digital Indonesia, Khairul Mahfuz memberikan closing statement atas pemaparan materi kedua narasumber pada akhir webinar Ngovid-B19 sesi 7.
“Sebaik-baik branding adalah mem-branding diri kepada Allah,” katanya.
“Sebagaimana yang dilakukan oleh Mas Ricky, yaitu konsisten menjaga salat Dhuhanya,” tandasnya. (ERK)




