• Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Era Madani
  • Bali
  • Berita
  • Kabar
  • Featured
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Sejarah
  • Gagasan
  • Warga Net
  • Wisata Halal
Era Madani
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Inspirasi
  • Harmoni
  • Wisata Halal
  • Warga Net
  • Tim Redaksi
    animate
No Result
View All Result
Era Madani
No Result
View All Result
kesiapan

Anggota DPR RI Komisi X Ali Zamroni. - ERAMADANI.COM

Kemendikbud Kaji Kesiapan dan Jaminan Keamanan Siswa

benlaris by benlaris
in Berita, Kabar
0 0
0
336
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ERAMADANI.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi X Ali Zamroni menilai panduan pembelajaran selama covid-19 perlu ditinjau kembali, seperti kesiapan dan keamanan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Menurut panduan kemendikbud hanya daerah dengan zona hijau yang di perbolehkan melaksanakan belajar tatap muka yaitu 6% atau sekitar 85 kab/kota zona hijau se Indonesia.

Dalam hal ini Ali berpendapat sebaiknya dilakukan penundaan kegiatan belajar mengajar di sekolah apabila saat ini hanya ada 6% saja sekolah yang berada di zona hijau.

Ia menilai kebijakan tersebut akan membuat masyarakat gusar dan bertanya-tanya mengenai jaminan keamanan jangka panjang bagi siswa dan guru.

Ali Zamroni juga berpendapat masih banyak yang harus diatur secara rinci apabila KBM tatap muka akan dilakukan.

Diantaranya terkait koordinasi dan sosialisai kemendikbud kepada pemda yang berada di zona hijau, apakah sudah maksimal? Jangan sampai kebijakan itu membuat situasi panik atas ketidaksiapan orang tua murid.

Persoalan urgent lain yang harus di perhatikan ialah soal anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan KBM tatap muka ini, apakah Pemda sudah merancang kesiapan anggaran untuk memfasilitasi? 

Kesiapan dan Jaminan Keamanan Siswa

Fokus Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Dari data panduan Kemendikbud, terhitung hanya 6% wilayah di Indonesia atau sekitar 85 kab yang sudahdalam zona hijau, bagaimana dengan 94% atau 492 kab lainnya yang masih kuning, oranye, merah?

Jika pemerintah hanya memperhatikan kondisi belajar bagi zona yang aman, padahal hanya sedikit dari sekian banyak sekolah.

Mereka yang tak membuka aktivitas belajar tatap muka, lantas bagaimana nasib belajar siswa yang daerahnya masih dalam kawasan zona awas?

Selain itu, Sekolah-sekolah yang beradada di zona hijau juga belum tentu siap untuk melaksanakan KBM tatap muka.

Terlebih sekolah-sekolah di zona hijau rata-rata bukan di daerah perkotaan, artinya sekolah itu bahkan tidak memiliki sarana dan akses kesehatan yang memadai.

Ali Zamroni menilai penundaan bisa dilakukan dengan catatan kemendikbud harus mereview sistem pembelajaran daring yg sudah berjalan selama ini.

Lebih memperhatikan kebutuhan siswa dalam fasilitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), keamanan dan kesiapan.

Selain itu, pemerataan akses teknologi PJJ yang tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya, juga harus dicarikan jalan keluar.

Di Lebak Selatan, misalnya, saat ini untuk akses internet bagi pelajar masih sangat sulit aksesnya.

Siswa kurang mampu harus diberikan kuota/paket data agar tetap ikut KBM secara daring, atau online.

Siswa juga mesti diberi materi pembelajaran lebih dirancang dengan efektif dan tidak membebani siswa.

Ali Zamroni berpendapat jika memang belum siap sebaiknya di tunda sampai akhir 2020 ini. Dan di rasa itu akan lebih baik.

Dengan cacatan bahwa kemendikbud harus mereview sistem pembelajaran daring dan PJJ yang telah berjalan selama ini dan di sempurnakan serta tidak membebani siswa dan orang tua didik. (SPB)

Tags: IndonesiaIndonesia Juaraindonesia kuIndonesia MajuIndonesia Masa Kiniindonesia rayaInfo DenpasarInfo SarbagitaKemendikbud RIMenteri PendidikanMenteri Pendidikan dan KebudayaanPemerintahPemerintah Indonesiapendidikanpendidikan anakPendidikan BerkemajuanPendidikan di Tengah Covid-19Pendidikan IndonesiaPendidikan IslamPotret Pendidikan
Previous Post

Pimpinan DPR RI Minta Kemensos Perbarui Data Bansos

Next Post

Webinar: Bagaimana Bali Setelah Covid-19?

benlaris

benlaris

Next Post
Bali Covid-19

Webinar: Bagaimana Bali Setelah Covid-19?

Ketahanan pangan

Kodam IX/Udayana Gelar Sosialisasi Ketahanan Pangan

Ma’arif Sangulan

Bupati Tabanan Sembangi Warga di MI Ma’arif Sangulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Category

  • Bali
  • Berita
  • Budaya
  • Featured
  • Gagasan
  • Geopolitik, Kepemimpinan, Kaderisasi, Strategi Partai, Identitas Keumatan, Jaringan Global, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  • Harmoni
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Mancanegara
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Sejarah
  • Sponsored
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Warga Net
  • Wisata Halal

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • TENTANG KAMI
  • BERITA
  • BALI
  • KABAR
  • FEATURED
  • TIM REDAKSI

© 2020 EraMadani - Harmoni dan Inspirasi.