ERAMADANI.COM, DENPASAR – Senator Bambang Santoso kembali mengelar silaturahmi dengan Komunitas Sahabat Subuh, sembari berikan kampanye terkait Covid-19 dan mengajak sahabat subuh menjadi contoh dalam memutus rantai penularan Covid-19.
Tak heran berbagai kampanye diberikan kepada masyarakat maupun komunitas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tanah air.
Apalagi saat ini Indonesia akan menuju masa new normal, jadi semua pihak diajak untuk melakukan kampanye terkait Covid -19 yang belum pergi juga.
Pertemuan yang dilakukan oleh HBS pada, Rabu (20/05/2020) kemarin, bertempat di Warung Makan Wong Solo, Kota Denpasar.
Ia bersama relawan Sahabat Subuh menggelar pertemuan sembari menikmati nikmatnya berbuka puasa dan memberikan kampanye terkait covid 19.
Ia menghimbau kepada relawan sahabat subuh agar menjadi contoh bagi masyarakat, dan dijadikan tolak ukur oleh warga setempat.
Selain itu, Relawan Sahabat Subuh juga membagikan sejumlah 10.000 masker sebagai bagian dari ikhitiar memutus rantai penularan covid-19.
Kampanye Terkait Covid-19 saat Pertemuan
Ia juga memberikan arahan terkait dampak Covid-19 sampai bulan ini. Menurutnya bukan hanya Bali atau Indonesia saja yang terkena dampak Covid-19 ini namun semua negara diseluruh dunia.
“Yang kita hadapi adalah pandemi bukan endemi, artinya 124 negara di dunia ini juga kena, oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah sabar dan sholat, mengutip ayat surat Al baqarah,” jelas mantan pembina Sahabat Subuh ini.
“Sampai saat ini pemerintah juga sedang mengalami minus di sektor ekonomi dan kedepan ditakutkan akan mengalami darurat ekonomi,” tuturnya.
“Banyak pedagang-pedagang yang tiba-tiba muncul disaat-saat seperti ini. Jangan salahkan mereka, pedagang jangan di tindak dengan keras karena memang kesulitan takutnya kita mengalami darurat ekonomi,” ungkapnya.
Selain darurat ekonomi, ini akan berimplikasi kepada darurat keamanan, ini yang paling ditakutkan terutama pemerintah. Menurutnya apabila Covid-19 ini terus meningkat, kemudian darurat ekonomi tidak teratasi dengan baik maka dampak yang akan ditimbulkan bisa lari kepada keamanan nasional.
Menutup pembahasannya ia menghimbau agar semua elemen di Bali ini terutama umat islam yang akan melaksanakan idul fitri lebih baik shalat Id di rumah saja dan silaturrahim cukup melalui online. (TAG)




