ERAMADANI.COM – Setiap dari kita tentu tidak luput dari dosa, baik dosa kecil maupun besar. Sementara keinginan bertobat tak selalu datang, barangkali rasa itu hanya sekadar singgah dan kita masih enggan melakukannya. Padahal, ada beberapa keutamaan mengapa kita sebaiknya tidak menunda tobat.
Salah satu alasan mengapa kita sering menunda-nuda bertobat ialah karena rasa malas, yang menjelma menjadi sebuah gerutuan, “ah besok saja”, “nanti kalau sudah dapat hidayah”, dan sebagainya.
Sementara hal itu sejatinya ditampar dengan kenyataan bahwa kita tidak tahu akan sebarapa lama kita tinggal di dunia ini.
Tidak tahu pula cukupkah usia kita hingga kaki beranjak menjemput hidayah dan bukan lagi menunggunya, hingga hati menangis mengakui kelemahan yang selama ini kerap terselimuti keangkuhan.
Oleh tersebab hal itu, kita kerap lalai. Padahal, dengan bertobat kita akan lebih sadar akan kapasitas kita dan menjadi semakin dekat dalam mencapai cintanya Allah SWT.
Berikut ini tujuh keutamaan mengapa kita harus segera bertobat sebagaimana mengutip dari republika.co.id.
Pertama, Tobat Adalah Alasan untuk Mencapai Cinta Allah SWT
Keutamaan ini cukup untuk suatu kehormatan dalam mencapai pertobatan. Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ "
…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222).
Kedua, Tobat Adalah Faktor Terhapusnya Jejak Dosa
Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن المؤمن إذا أذنب كانت نكتة سوداء في قلبه، فإن تاب ونزع واستغفر صقل قلبه منها
“Jika seorang Mukmin melakukan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika dia bertobat dan memohon ampunan, maka dengan itulah hatinya dibersihkan.”
Ketiga, Tobat Menjadi Alasan untuk Dapat Pertolongan Allah SWT
Allah SWT berfirman:
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ
“Dan (dia berkata), “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.'” (QS Hud: 52).
Keempat, Tobat Membuat Orang Berdosa Bagai Orang Tidak Berdosa
Dari Abu Said Al-Ansari, Rasulullah SAW bersabda:
الندم توبة، والتائب من الذنب كمن لا ذنب له
“Penyesalan adalah pertobatan, dan pertobatan dari dosa adalah seperti orang yang tidak memiliki dosa.” (HR Al-Tabrani, dalam Shahih Al-Jami’).
Kelima, Tobat Menunjukkan Kualitas Orang yang Beriman
Allah SWT berfirman:
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدونَ الآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (QS Taubat: 112).
Keenam, Allah SWT Menyukai Hamba-Nya yang Bertobat
Dalam sebuah riwayat hadis disebutkan:
لله أشد فرحا بتوبة عبده حين يتوب إليه من أحدكم كان على راحلته بأرض فلاة فانفلتت منه وعليها طعامه قد أيس من راحلته، فبينما هو كذلك، إذ هو بها قائمة عنده..
“Allah SWT begitu bergembira dengan tobat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (muttafaqun ‘alaih).
Ketujuh, Allah SWT Datangkan Keberuntungan bagi Hamba-Nya yang Bertobat
Tidak ada cara untuk mencapai kebaikan di dunia dan akhirat tanpa bertobat. Allah SWT berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“…Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur: 31).
(ITM)




